Publisher ID: pub-5956747228423723 Publisher ID: pub-5956747228423723

Sunday, 9 November 2014

CPM

BAB II
PEMBAHASAN

A.        CPM ( Critical Path Method )
            1. Pengertian CPM
            T. Hani Handoko (1993 : 401) mengemukakan bahwa CPM adalah suatu metode yang dirancang untuk mengoptimalkan biaya proyek dimana dapat ditentukan kapan pertukaran biaya dan waktu harus dilakukan untuk memenuhi jadwal penyelesaian proyek dengan biaya seminimal mungkin.
CPM adalah suatumetode perencanaan dan pengendalian proyek-proyek yang merupakan sistem yang paling banyak digunakan diantara semua sistem yang memakai prinsip pembentukan jaringan. Dengan CPM, jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai tahap suatu proyek dianggap diketahui dengan pasti, demikian pula hubungan antara sumber yang digunakan dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Jadi CPM merupakan fasilitas analisa jaringan kerja yang berusaha mengoptimalkan biaya total proyek melalui pengurangan waktu penyelesaian total proyek yang bersangkutan.
Teknik penyusunan jaringan kerja yang terdapat pada CPM, sama dengan yang digunakan pada PERT. Perbedaan yang terlihat adalah bahwa PERT menggunakan activity oriented, sedangkan dalam CPM menggunakan event oriented. Pada activity orientedanak panah menunjukkan activity atau pekerjaan dengan beberapa keterangan aktivitasnya, sedang event oriented pada peristiwalah yang merupakan pokok perhatian dari suatu aktivitas.
B.        PERT ( Program Evaluation Review Technique )
            1. Pengertian PERT
PERT adalah suatu alat manajemen proyek yang digunakan untuk melakukan penjadwalan, mengatur dan mengkoordinasikan bagian-bagian pekerjaan yang ada di dalam suatu proyek. PERT yang memiliki kepanjangan Program Evaluation Review Techniqueadalah suatu metodologi yang dikembangkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1950 untuk mengatur program misil. Sedangkan terdapat metodologi yang sama pada waktu bersamaan dikembangkan oleh sektor swasta yang dinamakan CPM atau Critical Path Method. PERT pada awalnya didesain untuk industri yang menghasilkan produk tidak standar dan mengalami perubahan teknologi yang cepat sekali, seperti industri pertahanan dan ruang angkasa, sehingga masalah ketidakpastian dalam penyelesaian. (Siswanto, 2007) analisis jaringan kegiatan, dan peristiwa atau disingkat analisis jaringan kerja adalah istilah umum yang meliputi berbagai metode perencanaan proyek diantaranya, yang paling terkenal adalah PERT dua sistem ini dikembangkan di Amerika Serikat untuk proyek-proyek skala besar dalam bidang pertahanan (E. Jasifi, 1994).
T. Hari Handoko (1993, 401) mengemukakan bahwa PERT adalah suatu metode analisis yang dirancang untuk membantu dalam penjadwalan dan pengendalian proyek-proyek yang kompleks, yang menuntut bahwa masalah utama yang dibahas yaitu masalah teknik untuk menentukan jadwal kegiatan beserta anggaran biayanya sehingga dapat diselesaikan secara tepat waktu dan biaya.
Metodologi PERT divisualisasikan dengan suatu grafik atau bagan yang melambangkan ilustrasi dari sebuah proyek. Diagram jaringan ini terdiri dari beberapa titik (nodes) yang merepresentasikan kejadian (event) atau suatu titik tempuh (milestone). Titik-titik tersebut dihubungkan oleh suatu vektor (garis yang memiliki arah) yang merepresentasikan suatu pekerjaan (task) dalam sebuah proyek. Arah dari vaktor atau garis menunjukkan suatu urutan pekerjaan.
Analogi Diagram PERT 2.png
Gambar 1. Analogi Diagram PERT
Dari gambar 1 dapat diamati bahwa setiap arah panah akan menunjukkan suatu urutan pengerjaan. Seperti pekerjaan 1 dilakukan terlebih dahulu (start), kemudian bisa dilanjutkan oleh pekerjaan 2,3,4 setelah itu pekerjaan 5,6. Titik 7 adalah titik finish dimana pekerjaan terakhir dilakukan dan merupakan akhir dari sebuah proyek. Selain menunjukkan suatu urutan pengerjaan, diagram PERT juga menunjukkan suatu keterikatan antar pekerjaan yang tidak dapat dipisahkan. Keterikatan itu dapat dilihat dengan contoh pekerjaan 2,3,4 hanya dapat dilakukan jka pekerjaan 1 sudah selesai dilakukan.
Sebuah pekerjaan yang dapat dilakukan bersamaan dengan pekerjaan lain disebut juga sebagai pekerjaan paralel (parelel task atau concurrent task). Selain itu terdapat juga sebuah aktivitas yang diwakili oleh garis putus-putus yang disebut dengan dummy activities. Dari sebuah diagram PERT dapat digunakan untuk mengetahui suatu urutan aktivitas kritis atau aktivitas yang harus dilakukan sebagai prioritas utama (critical path), penjadwalan dengan aktivitas lain, dan jumlah pekerja yang dibutuhkan.
            2. Langkah-langkah dalam Melakukan Perencanaan dengan PERT
Dalam melakukan perencanaan dengan PERT dibutuhkan beberapa langkah, yaitu :
1.      Mengidentifikasi aktivitas (activity) dan titik tempuhnya (milestone)
Sebuah aktivitas adalah pekerjaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah proyek. Titik tempuh (milestone) adalah penanda kejadian pada awal dan akhir satu atau lebih aktivitas. Untuk mengidentifikasi aktivitas dan titik tempuh dapat menggunakan suatu tabel agar lebih mudah dalam memahami dan menambahkan informasi lain seperti urutan dan durasi.
2.      Menetapkan urutan pengerjaan dari aktivitas-aktivitas yang telah direncanakan
Langkah ini bisa dilakukan bersamaan dengan identifikasi aktivitas. Dalam menentukan urutan pengerjaan bisa diperlukan analisa yang lebih dalam untuk setiap pekerjaan.
3.      Membuat suatu diagram jaringan (NETWORK diagram)
Setelah mendapatkan urutan pengerjaan suatu pekerjaan maka suatu diagram dapat dibuat. Diagram akan menunjukkan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan berurutan (serial) atau secara bersamaan (paralel). Pada diagram PERT biasanya suatu pekerjaan dilambangkan dengan simbol lingkaran dan titik tempuh dilambangkan dengan simbol panah.

4.      Memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk setiap aktivitas
Dalam menentukan waktu dapat menggunakan satuan unit waktu yang sesuai misal jam, hari, minggu, bulan dan tahun.
5.      Menetapkan suatu jalur kritis (critical path)
Suatu jalur kritis bisa didapatkan dengan menambah waktu suatu aktivitas pada tiap urutan pekerjaan dan menetapkan jalur terpanjang pada tiap proyek. Biasanya sebuah jalur kritis terdiri dari pekerjaan-pekerjaan yang tidak bisa ditunda waktu pengerjaannya. Dalam setiap urutan pekerjaan terdapat suatu penanda waktu yang dapat membantu dalam menetapkan jalur kritis, yaitu :
Ø  ES – Early Start
Ø  EF – Early Finish
Ø  LS – Latest Start
Ø  LF – Latest Finish
Dengan menggunakan empat komponen penanda waktu tersebut bisa didapatkan suatu jalur kritis sesuai dengan diagram.
6.      Melakukan pembaharuan diagram PERT sesuai dengan kemajuan proyek
Sesuai dengan berjalannya proyek dalam waktu nyata. Waktu perencanaan sesuai dengan diagram PERT dapat diperbaiki sesuai dengan waktu nyata. Sebuah diagram PERT mungkin bisa digunakan untuk merefleksikan situasi baru yang belum pernah diketahui sebelumnya.
            3. Karakteristik PERT
Dari langkah-langkah penjelasan metode PERT maka bisa dilihat suatu karakteristik dasar PERT, yaitu sebuah jalur kritis. Dengan diketahuinya jalur kritis ini maka suatu proyek dalam jangka waktu penyelesaian yang lama dapat diminimalisasi.
Ciri-ciri jalur kritis adalah :
·      Jalur yang biasanya memakan waktu terpanjang dalam suatu proses.
·      Jalur yang tidak memiliki tenggang waktu antara selesainya suatu tahap kegiatan dengan mulainya suatu tahap kegiatan berikutnya.
·      Tidak adanya tenggang waktu tersebut yang merupakan sifat kritis dari jalur kritis


            4. Manfaat PERT
Adapun manfaat dari pelaksanaan PERT ini, antara lain :
1.      Mengetahui ketergantungan dan keterhubungan tiap pekerjaan dalam suatu proyek.
2.      Dapat mengetahui implikasi dan waktu jika terjadi keterlambatan suatu pekerjaan.
3.      Dapat mengetahui kemungkinan untuk mencari jalur alternatif lain yang lebih baik untuk kelancaran proyek.
4.      Dapat mengetahui kemungkinan percepatan dari salah satu atau beberapa jalur kegiatan.
5.      Dapat mengetahui batas waktu penyelesaian proyek.
C.        Perbedaan dan Keterbatasn CPM dan PERT
Pada prinsipnya yang menyangkut perbedaan PERT dan CPM adalah sebagai berikut :
1.      PERT digunakan pada perencanaan dan pengendalian proyek yang belum pernah dikerjakan, sedangkan CPM digunakan untuk menjadwalkan dan mengendalikan aktivitas yang sudah pernah dikerjakan sehingga data, waktu dan biaya setiap unsur kegiatan telah diketahui oleh evaluator.
2.      Pada PERT digunakan tiga jenis waktu pengerjaan yaitu yang tercepat, terlama serta terlayak, sedangkan pada CPM hanya memiliki satu jenis informasi waktu pengerjaan yaitu waktu yang paling tepat dan layak untuk menyelesaikan suatu proyek.
3.      Pada PERT yang ditekankan tepat waktu, sebab dengan penyingkatan waktu maka biaya proyek turut mengecil, sedangkan pada CPM menekankan tepat biaya.
4.      Dalam PERT anak panah menunjukkan tata urutan (hubungan presidentil), sedangkan pada CPM tanda panah adalah kegiatan.

Adapun yang menjadi keterbatas PERT dan CPM adalah :
1.      Kegiatan harus jelas dan hubungan harus bebas dan stabil.
2.      Hubungan pendahulu harus dijelaskan dan dijaringkan bersama-sama.
3.      Perkiraan waktu cenderung subyektif dan tergantung manajer.
4.      Ada bahaya terselubung dengan terlalu banyaknya penekanan pada jalur kritis, maka yang nyaris kritis perlu diawasi.

referensi :
Husen, Abrar. Manajemen Proyek. 2011. Yogyakarta : Andi
http://www.netmba.com/operations/project/pert/, akses 2 November 2012

PERT atau CPM


Apa itu CPM – PERT?

PERT adalah suatu alat manajemen proyek yang digunakan untuk melakukan penjadwalan, mengatur dan mengkoordinasi bagian-bagian pekerjaan yang ada didalam suatu proyek. PERT yang memiliki kepanjangan Program Evalution Review Technique adalah suatu metodologi yang dikembangkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1950 untuk mengatur program misil. Sedangkan terdapat metodologi yang sama pada waktu bersamaan yang dikembangkan oleh sektor swasta yang dinamakan CPM atau Critical Path Method.

Metodologi PERT divisualisasikan dengan suatu grafik atau bagan yang melambangkan ilustrasi dari sebuah proyek. Diagram jaringan ini terdiri dari beberapa titik (nodes) yang merepresentasikan kejadian (event) atau suatu titik tempuh (milestone). Titik-titik tersebut dihubungkan oleh suatu vektor (garis yang memiliki arah) yang merepresentasikan suatu pekerjaan (task) dalam sebuah proyek. Arah dari vektor atau garis menunjukan suatu urutan pekerjaan.
analogipert1.jpg

Gambar 1. Analogi diagram PERT
Dari gambar 1 dapat diamati bahwa setiap arah panah akan menunjukan suatu urutan pengerjaan. Seperti pekerjaan 1 dilakukan terlebih dahulu (start), kemudian bisa dilanjutkan oleh pekerjaan 2, 3, 4, setelah itu pekerjaan 5,6. Titik 7 adalah titik finish dimana pekerjaan terakhir dilakukan dan merupakan akhir dari sebuah proyek. Selain menunjukkan suatu urutan pengerjaan diagram PERT juga menunjukan suatu keterikatan antar pekerjaan yang tidak dapat dipisahkan. Keterikatan itu dapat dilihat dengan contoh pekerjaan 2, 3, 4 hanya dapat dilakukan jika pekerjaan 1 sudah selesai dilakukan.

Sebuah pekerjaan yang dapat dilakukan bersamaan dengan pekerjaan lain disebut juga sebagai pekerjaan pararel (pararel task atau concurrent task). Selain itu terdapat juga sebuah aktivitas yang diwakili oleh garis putus-putus yang disebut dengan dummy activities. Dari sebuah diagram PERT dapat digunakan untuk mengetahui suatu urutan aktivitas kritis atau aktivitas yang harus dilakukan sebagai prioritas utama (criticalpath), penjadwalan dengan aktivitas lain, dan jumlah pekerja yang dibutuhkan.
LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKUKAN PERENCANAAN DENGAN PERT
Dalam melakukan perencanaan dengan PERT dibutuhkan beberapa langkah, yaitu:
1. Mengidentifikasi aktivitas (activity) dan titik tempuhnya (milestone).
Sebuah aktivitas adalah pekerjaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah proyek. Titik tempuh (milestone) adalah penanda kejadian pada awal dan akhir satu atau lebih aktivitas. Untuk mengidentifikasi aktivitas dan titik tempuh dapat menggunakan suatu tabel agar lebih mudah dalam memahami dan menambahkan informasi lain seperti urutan dan durasi.
2. Menetapkan urutan pengerjaan dari aktivitas-aktivitas yang telah direncanakan.
Langkah ini bisa dilakukan bersamaan dengan identifikasi aktivitas. Dalam menentukan urutan pengerjaan bisa diperlukan analisa yang lebih dalam untuk setiap pekerjaan.
3. Membuat suatu diagram jaringan (network diagram).
Setelah mendapatkan urutan pengerjaan suatu pekerjaan maka suatu diagram dapat dibuat. Diagram akan menunjukan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan berurutan(serial) atau secara bersamaan (pararell). Pada diagram PERT biasanya suatu pekerjaan dilambangkan dengan simbol lingkaran dan titik tempuh dilambangkan dengan simbol panah.
4. Memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk setiap aktivitas.
Dalam menentukan waktu dapat menggunakan satuan unit waktu yang sesuai misal jam, hari, minggu, bulan, dan tahun.
5. Menetapkan suatu jalur kritis (critical path).
Suatu jalur kritis bisa didapatkan dengan menambah waktu suatu aktivitas pada tiap urutan pekerjaan dan menetapkan jalur terpanjang pada tiap proyek. Biasanya sebuah jalur kritis terdiri dari pekerjaan-pekerjaan yang tidak bisa ditunda waktu pengerjaannya. Dalam setiap urutan pekerjaan terdapat suatu penanda waktu yang dapat membantu dalam menetapkan jalur kritis, yaitu :
  • ES – Early Start
  • EF – Early Finish
  • LS – Latest Start
  • LF – Latest Finish
Dengan menggunakan empat komponen penanda waktu tersebut bisa didapatkan suatu jalur kritis sesuai dengan diagram.
6. Melakukan pembaharuan diagram PERT sesuai dengan kemajuan proyek.
Sesuai dengan berjalannya proyek dalam waktu nyata. Waktu perencanaan sesuai dengan diagram PERT dapat diperbaiki sesuai dengan waktu nyata. Sebuah diagram PERT mungkin bisa digunakan untuk merefleksikan situasi baru yang belum pernah diketahui sebelumnya.
KARAKTERISTIK PERT
Dari langkah-langkah penjelasan metode PERT maka bisa dilihat suatu karakteristik dasar PERT, yaitu sebuah jalur kritis. Dengan diketahuinya jalur kritis ini maka suatu proyek dalam jangka waktu penyelesaian yang lama dapat diminimalisasi.
Ciri-ciri jalur kritis adalah:
  • Jalur yang biasanya memakan waktu terpanjang dalam suatu proses.
  • Jalur yang tidak memiliki tenggang waktu antara selesainya suatu tahap kegiatan dengan mulainya suatu tahap kegiatan berikutnya.
  • Tidak adanya tenggang waktu tersebut yang merupakan sifat kritis dari jalur kritis.
KARAKTERISTIK PROYEK
  • Kegiatannya dibatasi oleh waktu; sifatnya sementara, diketahui kapan mulai dan berakhirnya.
  • Dibatasi oleh biaya.
  • Dibatasi oleh kualitas.
  • Biasanya tidak berulang-ulang.
MANFAAT PERT
  1. Mengetahui ketergantungan dan keterhubungan tiap pekerjaan dalam suatu proyek.
  2. Dapat mengetahui implikasi dan waktu jika terjadi keterlambatan suatu pekerjaan.
  3. Dapat mengetahui kemungkinan untuk mencari jalur alternatif lain yang lebih baik untuk kelancaran proyek.
  4. Dapat mengetahui kemungkinan percepatan dari salah satu atau beberapa jalur kegiatan.
  5. Dapat mengetahui batas waktu penyelesaian proyek.



sumber : http://ganez.wordpress.com/2007/12/13/diagram-pert/

Friday, 7 November 2014

Marketing mix

Marketing Mix yang umum diketahui ada 4 unsur, di mana penelitian terbaru memiliki 9 unsur, namun saya sesuaikan (ringkas) untuk entrepreneur yang pas adalah 7 unsur atau 7P.
Product Marketing
Product Marketing adalah teknik pemasaran dengan menekankan keunggulan atau ciri khas dari produk sehingga produk tersebut bisa dibedakan dari produk yang lainnya. Beberapa contoh penerapan dariproduct marketing ini adalah:
Memberi merk atau brand
Membuat packaging atau kemasan yang lebih menarik dan meyakinkan
Memberikan ketahanan garansi yang bisa dipercaya
Menitikberatkan keunggulan produk/jasa yang tidak ada sebelumnya
Price Marketing
Price Marketing adalah teknik pemasaran dengan menekankan permainan harga yang menbuat orang mendapat persepsi bahwa harga yang dibayarkan setara atau bahkan ‘tidak ada artinya’ dibandingkan dengan manfaat yang didapatkan. Beberapa contoh penerapannya:
Psychological Pricing: Membuat persepsi harga terlihat lebih murah, contoh menuliskan Rp19.900 ketimbang Rp20.000
Bundling Pricing: Membuat persepsi bahwa harga jadi lebih murah karena mendapatkan tambahan produk atau fitur lain.
Penetration Pricing: Melepas produk dengan harga promosi, lalu jika diminati dinaikkan pelan-pelan
Dan teknik lainnya
Place Marketing
Place Marketing adalah teknik pemasaran dengan memperhatikan penempatan lokasi baik secara onlinemaupun offline agar mudah ditemukan calon customer.
Promotion Marketing
Promotion Marketing adalah teknik pemasaran dengan memberikan penawaran khusus untuk membuat calon konsumen merasa bahwa dia harus segera membeli produk atau jasa karena penawaran yang menguntungkan itu terbatas. Contoh:
Beli 1 gratis 2, hingga tanggal sekian sekian’
Menunjukkan testimonial, lalu menjual produk dengan menyatakan bahwa produknya jumlahnya cuma sedikit.
dan lain sebagainya
4P di atas adalah teknik marketing mix paling umum dan paling dikenal. P yang selanjutnya adalah,
People Marketing
People Marketing adalah teknik pemasaran dengan memanfaatkan kekuatan hubungan dengan pelanggan sehingga menciptakan kenyamanan dan meningkatkan kepercayaan pelanggan. Ini bisa berdampak pada peningkatan loyalitas pelanggan itu sendiri. beberapa contoh yang bisa dilakukan:
Membuat customer service yang responsif dan ramah
Memberikan smile service
Mengingat nama pelanggan dan merayakan hari istimewanya (seperti misalkan ulang tahun)
dan teknik-teknik lainnya…
Physical Evidence Marketing
Physical Evidence Marketing adalah teknik pemasaran dengan menggunakan media-media fisik yang bisa dilihat atau dibaca orang. Beberapa cara yang paling umum adalah dengan membuat brosur, pamflet, poster, kartu nama, memasang billboard, memasang iklan di bus atau angkutan umum, dan lain sebagainya.
Process Marketing
Process Marketing adalah teknik pemasaran dengan menunjukkan bahwa proses yang dilakukan memiliki perbedaan dibandingkan dengan proses lain pada umumnya. Seperti misalkan mengedepankan sertifikasi, good manufacturing practice, green manufacturing, dan lain sebagainya yang dapat membuat orang tertarik membelinya karena ada keunikan proses di dalamnya. Dalam beberapa hal akhir-akhir ini, mulai diberlakukan pemasaran dengan proses charity, di mana dari satu produk yang dibeli akan disumbangkan 1 produk kepada orang tidak mampu. Bisa juga dengan menyatakan bahwa 10-20% dari total keuntungan akan disumbangkan untuk korban bencana alam.

Tuesday, 4 November 2014

Alamat pengiriman barang

Alamat Agen sah JP BAI
INDONESIA

WARNING!
Dilarang mengirimkan tas bermerek/ Branded.
Jika melanggar, maka tas akan kami sita dan tidak kembali.
———---------------------

1. JAKARTA.
JPBAI Almaha
(Nama dan HP HK Anda)
Alamat :
Jl batu 1, Komp 9,
no 9K.
RT:014. RW : 005
Kel: Pejaten Timur
Kec : Pasar Minggu
Kab: Jakarta Selatan
12510 DKI JAKARTA.
Tlpn :+62 812 1213 3376.

--------------------------------
2. Jawa Barat.
JPBAI /Fe.
(Nama & HP HK Anda)
Jl: Kebun Duren
No: 43
Rt: 5 Rw: 2
Kalimulya
Depok 16413
Jawa Barat.
Tlpn:+6289610847835.

---------------------------------
3. Jawa Tengah:
JPBAI Adel.
(Nama & HP HK Anda)
JL: SRIWIJAYA 104 B
(belakang RM Padang Minang Kabau)
Semarang . 50242.
Jawa Tengah.
TLPN: +62 888 2558 248.
            +6285875535581
---------------------------------
4. Jawa Timur
JPBAI
(Nama &Hp HK Anda)
Perum Taman Surya Agung.
Blok i1/no 9.
Wage Taman
Sidoarjo 61257.
Jawa Timur.
+62 8223-4787-117.
+6282-23227-1600.

-------------------------------
5. Batang.
JPBAI IBNU
(nama & hp hk)
Pandu logistic
jl. KH.Wakhid hasyim
no 21 Kauman.
Batang 51274.
Jawa Tengah
Tlp: +62815777432.
+62 812 9050 3778.
--------------------------

6.
JPBAI MUCH.ICHSAN.
(Nama penerima & Hp HK)
ZAIDAN CELL (TIMUR KECAMATAN SIMO).
JL: MADU KM 1.
SIMO, BOYOLALI 57337.
JAWA TENGAH.
Tlpn: 085 647 000 212.

HK:
Penington Street 1.
F 8 B. Couseway Bay.
-Denah bisa dilihat ke PP WA hotline pengumuman +85256001995.
-Pertanyaan bisa menghubungi +85297139455/nomer Agen seluruh Indonesia.
Page fb JPBAI :
https://m.facebook.com/profile.php?id=483663788401006&notif_t=page_new_likes&ref=m_notif&refid=48

Jadwal Penerbangan.

JK= Jakarta : Rabu.
DP= Depok: Kamis.
SM= Semarang : Kamis.
BT= Batang : Rabu.
BY= Boyolali : Selasa.
SB= Sidoarjo : Kamis.

Friday, 31 October 2014

DIBALIK PRIA HEBAT, SELALU ADA WANITA HEBAT!

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - DIBALIK PRIA HEBAT, SELALU ADA WANITA HEBAT!Thomas Wheeler, CEO Massachusetts Mutual Life Insurance Company, dan istrinya sedang menyusuri jalan raya antar negara bagian ketika menyadari bensin mobilnya nyaris habis. Wheeler segera keluar dari jalan raya bebas hambatan itu dan tak lama kemudian menemukan pompa bensin yang sudah bobrok dan hanya punya satu mesin pengisi bensin. Setelah menyuruh satu-satunya petugas di situ untuk mengisi mobilnya dan mengecek oli, dia berjalan-jalan memutari pompa bensin itu untuk melemaskan kaki. Ketika kembali ke mobil, dia melihat petugas itu sedang asyik mengobrol dengan istrinya. Obrolan mereka langsung berhenti ketika dia membayar si petugas. Tetapi ketika hendak masuk ke mobil, dia melihat petugas itu melambaikan tangan dan dia mendengar orang itu berkata, “Asyik sekali mengobrol denganmu.” Setelah mereka meninggalkan pompa bensin itu, Wheeler bertanya kepada istrinya apakah dia kenal lelaki itu. Istrinya langsung mengiyakan. Mereka pernah satu sekolah di SMA dan pernah pacaran kira-kira setahun. “Astaga, untung kau ketemu aku,” Wheeler menyombong. “Kalau kau menikah dengannya, kau jadi istri petugas pompa bensin, bukan istri direktur utama.” “Sayangku,” jawab istrinya, “Kalau aku menikah dengannya, dia yang akan menjadi direktur utama dan kau yang akan menjadi petugas pompa bensin.” (The Best Of Bits & Pieces, Chicken Soup For The Couple’s Soul) ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

HABIS GELAP, TERBITLAH: TUKUL

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - HABIS GELAP, TERBITLAH: TUKULTukul Arwana adalah pelawak atau mungkin lebih sukses sebagai presenter yang saat ini termasuk dalam jajaran pesohor dengan bayaran tertinggi negeri ini. Keberhasilan luar biasa yang diperoleh Tukul sekarang sama sekali tidaklah diperoleh tanpa perjuangan. Walaupun terlihat banyak bercanda, namun kadang Tukul menyimpan kesedihan yang amat dalam terhadap sejumlah persoalan hidup yang dialaminya. Tahun 1985, Tukul dan Joko mengikuti Lomba Lawak Mini Kata Nasional di Balai Sidang. Saat itu jurinya almarhum Arwah Setiawan dari Lembaga Humor Indonesia, Dono dari Warkop dan Asmuni dari Srimulat. Saat itu, grup lawaknya terpilih menjadi pemenang. Saat Tukul berpikir, dengan memenangi lomba lawak tingkat nasional maka dirinya akan kebanjiran order. Namun, kenyataan tidaklah begitu mudah. Bahkan semua koran yang dibelinya tidak ada satu pun yang memuat tentang kemenangannya. Perasaannya sangat sedih waktu itu. Di saat belum sukses, Tukul sempat merasa nelangsa di saat pulang kampung. Tidak seperti yang dibayangkan orang, pulang kampung dengan membawa mobil dan penampilan oke. Namun kenyataannya, Tukul pulang kampung dengan badan kurus dengan langkah yang seperti melayang. Perasaan getir bercampur sedih tentu saja sering menghinggapi dirinya. Apalagi jika ketemu tetangga atau kawan yang menanyakan kondisinya di Jakarta. Sukseskah Tukul? Sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Mungkin jauh lebih sulit dari soal-soal CPNS. Catatan kehidupan Tukul juga tercecer di sebuah pinggiran ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1